Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Hanya bunyi angin yang melewati bilah bambu dan gemericik air pancuran di luar yang terdengar.
“Pejamkan mata kalian,” lanjut Ki Jayengkara, “dan rasakan napas kalian sendiri. Setiap tarikan napas adalah kehidupan yang masuk. Setiap hembusan adalah pelepasan.”
Alea dalam tubuh Nawang menuruti. Udara masuk pelan lewat hidung, mengalir ke dada, lalu keluar lagi. Namun entah kenapa, napasnya terasa berat. Setiap ia menarik udara, muncul bayangan-bayangan yang tak seharusnya ada.