ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU
jawabku sembari merengkuhnya dalam dekapan.
Mataku menyapu sekeliling, “Ayah mana, Nak?”
Cahaya seperti bingung akan menjelaskan sesuatu. Bibirnya digigit dengan kuat, aku paham betul jika Cahaya melakukan itu, tandanya ada sesuatu yang takut untuk dikatakan.
“Aya, denger Bunda ‘kan, Nak? Ayah di mana?” aku mengulang pertanyaanku.
“Di atas lagi siram bunga, Bunda. Yuk, Bunda main sama Aya, ya. Kan tadi sudah janji!” kata Cahaya sembari menarik tanganku menuju ke ruang keluarga.
Hot Chapters