BOSKU MANTAN SUAMIKU
"Bagaimana kalo cincin? Bukankah kamu sering menyesal karena gak mampu beliin Kira cincin kawin waktu nikah?"
"Ah ya! Cincin kawin. Cincin kawin bertatahkan berlian." Jamie menyambut antusias ideku, "tapi, Al ... uangku baru saja habis untuk membayar sewa kontrakan dan cicilan motor, sama biaya pemakaman Gibran juga," terang Jamie kembali sendu.
"Kayak gak biasanya ke aku." Aku mengejek datar.
Jamie terkekeh kecil. Lelaki itu tidak marah mendengar sindiranku. "Terima kasih. Kamu memang sahabat terbaikku," ucapnya sambil memelukku akrab.