Main Cantik
sahut Lily cuek sambil mengikat rambutnya yang sejak tadi terurai.
"Jadi? Kamu pindah selamanya ke sini?" Bu Erna terlihat heran. Lily hanya menaikkan keningnya sebagai jawaban.
"Iya, oh ya, Bu! Aku lagi malas masak. Capek habis pindahan. Ibu dari sana enggak bawa makanan ya? Ya sudah, ibu masak sendiri aja dulu. Enggak usah banyak-banyak. Buat Ibu dan Kak Juna aja," lanjut Lily sambil menggeliat-geliatkan badan. Lily tidak berbohong. Dia memang sangat lelah hari ini. Bukan lelah badan, tapi lelah hati.