Cinta yang Angkuh
“Kalau kamu semanis ini, rasanya aku nggak akan tertarik dengan wanita lain, Puput.”
Nico bicara sambil menyapu tubuh di hadapannya dengan pandangan lapar. Kecantikan wanita itu tetap nggak bisa disembunyikan dengan kain tipis yang tutupi tubuhnya. Terutama putingnya yang berwarna indah, menonjol jelas di balik kain tipis, menggoda hasratnya dengan kuat. Ketika pandangannya turun lebih rendah, sutra hitam pekat yang tampak samar di balik renda transparan terlihat misterius sekaligus memikat.
“Kamu yang maksa aku, Nico,” kata Puput sambil gigit bibirnya keras.
Hot Chapters