Lintas Takdir dan Kutukan
Randu menjelaskan, “Hari ini, kita akan fokus pada pengendalian amarah. Aku akan mengajarkan teknik-teknik dasar untuk menjaga pikiran tetap tenang. Jika amarahmu bisa kau kendalikan, kekuatan itu mungkin bisa terpendam, atau setidaknya kau akan lebih siap untuk menghadapinya.”
Ananta mengangguk, mendengarkan dengan serius. Mereka mulai dengan beberapa latihan pernapasan, di mana Randu membimbingnya untuk fokus dan membersihkan pikirannya. Awalnya, Ananta merasa sulit untuk tenang. Setiap kali ia mencoba menutup matanya dan menenangkan diri, bayangan pria berjubah hitam itu muncul, menyeringai dan membisikkan kata-kata yang mengusik batinnya.
Hot Chapters