Titik Nadir Sang Pendosa
“Bukannya saya tidak mau membantu mengajukan permohonan ini ke atasan, tapi saya bisa dimaki-maki, Nau. Izin sakit seminggu penuh, lalu tambah lagi minta cuti itu aduuuuh …. Kamu harus profesional. Bukan perusahaan yang butuh kamu, tapi kamu yang butuh perusahaan.”
Sakti memberi penekanan pada setiap kalimatnya. “Kamu bukan karyawan yang baik karena masalah pribadi mengganggu pekerjaan sampai sejauh ini. Setiap orang punya masalah, tapi saat bekerja kita dituntut untuk profesional. Perusahaan tidak mau tahu urusan dapur karyawan. Mereka hanya tahu kita berkontribusi sesuai dengan jobdesk yang sudah disepakati karena mereka membayar kita untuk itu.”