Air Mata di Antara Bunga
“Eh, ini foto pernikahan kalian? Gaun pengantinmu sama persis dengan yang kupakai saat pemotretan dulu!”
Matanya menyipit, senyumnya menusuk.
“Sepertinya, kamu hanyalah penggantiku.”
Darahku mendidih. Aku langsung meraih foto itu dari tangannya.
“Kembalikan!”
“Siapa kamu sampai berani membentakku?!”
Sarah mengangkat tangan, hendak menamparku. Namun sebelum sempat, suara mesin mobil terdengar dari bawah. Tubuhnya refleks menoleh, lalu terhuyung ke belakang.