Menjadi Istri Dadakan Guru Killer
Baru saja dia hendak terlelap, ponselnya berdering - notifikasi email masuk.
Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat isi email itu. Foto-foto dirinya hari ini, berjalan dari mobil menuju pintu rumah. Ada yang mengambil gambarnya dari balik pagar tanaman di seberang jalan. Setiap detail terlihat jelas - ekspresi lelahnya, cara dia menyeret tasnya yang berat, bahkan helaan napasnya yang berat.
"Ya Tuhan..." Viera menutup mulutnya yang gemetar. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Rasa takut yang dari tadi coba dia tahan kini mulai menguasai dirinya.