Mencuri Hati Tuan Hamish
Kalea yang sudah bisa berpikir jernih berbicara sendiri sambil berjalan menuju dapur.
“Kata orang, cinta pertama itu jarang sekali yang berhasil, kan? Ya! Sudahlah! Anggap saja sebagai pengalaman.” Kalea terus menyemangati diri meski perih masih saja berdenyut di lubuk hati.
Gadis itu tak henti menghirup dan meniup napas panjang-panjang demi menenangkan hatinya. Ia membulatkan niat untuk melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai kecelakaan. Ia juga berjanji akan berusaha membuang Hamish dari dalam hatinya. Mulai detik itu hingga selamanya, ia hanya akan bersikap seperti pelayan yang baik.