Suntik Aku, Mas Dokter!
Dia terpaku, tidak mampu mengalihkan pandangan dari pemandangan di depan mata.
Merespons godaan yang terus menyerang pikiran, jakun di lehernya bergerak naik-turun. Suhu tubuh Adrian yang tadinya mulai tenang kini kembali memanas dengan sangat cepat. Jantungnya berdegup kencang, memompa darah ke seluruh tubuh hingga dia merasakan gejolak panas hebat mulai menjalar di bagian bawah perut.
“Pakai baju Ibu lagi sekarang juga!” perintah Adrian dengan suara serak menahan gairah. “Milik saya udah bereaksi keras. Saya bisa bener-bener merobek jalan lahir Ibu malam ini.”