Ketika Istriku Minta Talak
“Keburu dingin air panasnya! Cepat, dong! Bentar lagi anak-anakku pada pulang! Mereka mau makan, belum ada lauk! Ngelamun aja, sih!”
Kuraih ayam yang masih hangat itu, kucelupkan ke dalam air panas di dalam baskom. Mulai melepas bulunya satu persatu. Memanggangnya sesaat, agar bulu halusnya terbakar habis, lalu mulai memotong-motong menjadi beberapa bagian. Seperti perintahnya, ceker, kepala, dan semua isi dalam ayam, kusisihkan di dalam sebuah kantongan plastik yang telah dia sediakan.