Samaran Terakhir
Ada yang berupa narasi ulang dari fragmen yang terlupa, ada pula yang berupa puisi, pertanyaan, bahkan perlawanan terhadap plot itu sendiri.
Adrian berdiri di tengah medan kata yang berdenyut, bersama Lena dan para pelintas genre lain. Mereka menyaksikan bagaimana realitas kini membentuk dirinya bukan lewat penulis… melainkan lewat resonansi suara pembaca.
“Apa ini…?” tanya Lena dengan napas tersengal.
“Ini bukan dunia yang kita tulis,” jawab Adrian, perlahan. “Ini dunia yang tumbuh dari apa yang telah mereka rasakan… saat membaca.”