Kisah Panas Terapis Laktasi Pria
“Berusahalah sebaik mungkin, aku tidak punya waktu lagi besok.”
Saat aku berbaring di tempat tidur hari ini, aku merasa tidak terlalu gugup. Sebaliknya aku malah lebih penuh harap dan gembira.
Wilsen menyiapkan peralatan, termasuk minyak esensial, masker mata dan bahkan ada bulu dan jepitan.
Aku membelalakkan mata.
Menyadari keterkejutanku, Wilsen menjelaskan kepadaku, “Peralatan ini dapat merangsang titik-titik sensitif di dada dan mempercepat proses pelancaran.”