Di Ambang Gila
bisik Elara, "...aku bisa... pergi ke sana."
"Mimpiku..." sahut Ares, tercengang. "Itu adalah sebuah tempat. Sebuah tempat nyata di dalam kepalaku."
Kabar itu menyebar seperti api liar melalui Hub yang masih berjaga-jaga. Harapan, yang nyaris padam, menyala kembali dengan terang. Sepanjang hari itu, "Penjaga Mimpi" diproduksi secara darurat. Mereka menggunakan komponen dari proyek yang terbengkalai, memodifikasi lampu baca, speaker portabel, bahkan menciptakan diffuser aroma improvisasi. Setiap unit diprogram dengan "Nadi Elara" yang telah direvisi dan pola cahaya yang serupa, tetapi dengan variasi acak kecil—setiap "oasis" akan unik, mencegah entitas itu memetakan sebuah pola pertahanan yan
Bab Populer