Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina
Argh, mereka ini memang kurang kerjaan.
“Iya, Sayang. Makasih,” balas Mama, aku tersenyum maksa seraya memandangi Mama. Kemudian beranjak dari duduk, melangkah menuju kamar.
Kusambar handuk yang menggantung di belakang pintu, dengan sangat malas menuju kamar mandi yang ada di sebelah dapur. Rumah Nenek Rumana memang kurang asyik. Nggak ada kamar mandi di kamar. Beda dengan rumah Papa. Jadi kalau mandi atau hal lainnya, nggak perlu keluar dari kamar. Ah, sudahlah.