Putra Putri Bunga
“Ah, aku lupa. Yang itu spesial, itu bom paling besar, dan remote itu bukan untuk mengaktifkan, tapi sebaliknya. Bomnya sudah aktif sejak acara dimulai.”
Lemon memandang remote kecil itu, menimang-nimang kemungkinan pemuda itu berbohong.
“Dia bicara jujur,” ucap Wilo.
Baiklah, jika itu kebenarannya maka Lemon tak ragu memencet satu-satunya tombol di sana. Tapi kemudian pemuda itu kembali tertawa.
“Maaf, maaf, aku lupa bilang. Itu hanya bisa menonaktifkan bom jika berada dalam jarak dekat.”
Bab Populer