Luka Tak Terlihat
katanya.
Aris merasa gugup, tetapi ia mengangguk. Setelah semua siswa keluar, Pak Bram mulai berbicara.
“Kau anak yang pintar, Aris. Tapi kepintaran itu bisa menjadi pedang bermata dua,” katanya sambil menatap langsung ke mata Aris.
“Apa maksud Bapak?” tanya Aris, bingung.
Pak Bram tersenyum tipis. “Hanya saran. Di dunia ini, tidak semua orang yang terlihat baik benar-benar baik. Kau harus berhati-hati dengan siapa kau mempercayakan dirimu.”
Hot Chapters