Janda Kembang Menggoda Perjaka
Kain sutra itu melonggar, memperlihatkan belahan dada dan paha, meski belum terbuka sepenuhnya.
Galih tidak menyuruhnya telanjang bulat. Ia justru melangkah maju, memangkas jarak.
"Tangan ke samping. Rileks."
Riana merentangkan tangan sedikit, menahan napas.
Galih mengangkat kedua tangannya. Tangan itu besar. Di bawah cahaya lampu kuning, Riana bisa melihat jelas urat-urat hijau dan biru yang menjalar dari punggung tangan hingga ke balik lengan kaos Galih. Jari-jarinya panjang, dengan kuku yang dipotong tumpul dan rapi.