Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lelaki Penjaga

Lelaki Penjaga

“Dia sakit semalam. Saya hanya menungguinya dan menyiapkan sarapan untuknya.” Jasmine memejamkan matanya. “Hei, bocah. Kalau dia sakit dia bisa kerumah sakit. Kenapa harus kau yang menungguinya? Menyiapkan sarapan untuknya? Kau kerja dibagian apa?” “Itu tidak ada hubungannya, ibu.” “Aku tanya dia. Apa pekerjaanmu dikantor itu? Mekanik?” “Saya officeboy.” “Officeboy!” jerit ibunya histeris. “Apa itu kata lain dari pesuruh?! Lalu bagaimana kau bisa berhubungan dekat dengan seorang manager, hah? Yang benar sajalah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as caretaker
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Nenek bilang bahwa banyak kenangan yang harus diingat dan rahasia yang harus diungkap, oleh Nala sendiri. Sudah dua tahun Nenek meninggal dunia, tapi ayah Nala baru memberitahukan wasiat itu enam bulan yang lalu, setelah Nala lulus SMP. Awalnya Nala tidak siap menerima warisan ini, namun ada hal lain yang memaksa Nala agar segera pindah dan memenuhi wasiat Nenek. Ini mengenai jati dirinya. Bahwa ia bukan manusia biasa, melainkan seorang Bareksa. Sebuah kaum yang memiliki kekuatan khusus, untuk melindungi daerah tempat mereka tinggal.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as caretaker
Read
+Library
Home

Home

Ersa menanggapi, ["Kita sudah pernah diskusikan ini, kan? Ingat apa yang gue bilang?" "Gue harus jaga pikiran gue. Pikiran itu kapten—sistem utama. Sekalinya runtuh, suasana hati langsung mengikuti dan itu bikin keadaan semakin runyam," Biru menjawab lambat. Dia mengikuti ritme napasnya yang berusaha keras dia atur sesuai dengan ucapannya. "Kalau cemas atau khawatir, tarik napas ... tahan delapan detik ... abisgitu hembuskan lagi perlahan ... tunggu lagi delapan detik, baru tarik napas lagi ... supaya bisa mikir jernih." ["Good, lo masih ingat. Itu langkah pertama. Kalau langkah kedua?"]
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 512 Times as caretaker
Read
+Library
PEWARIS PENGGANTI

PEWARIS PENGGANTI

Sementara Nayra masih bingung dengan semuanya, sebuah tayangan televisi dari toko elektronik di seberang rumah menarik perhatian. Seorang pria berjas mewah, dengan wajah yang sama persis seperti pria asing yang memberikan semua hadiah di depannya, muncul di televisi bersama headline “REHAN CARVER, CEO CARVER GROUP DISERANG BEBERAPA HARI LALU” CEO Carver Group? Pria itu?
1057.8K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as caretaker
Show Reviews (8)
Read
+Library
D'sparage Je
keren alur ceritanya, Thor. cuman saran aja, perjalanan calon penakluk seribu negeri siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan wahana yang menarik, cocok dibaca kalo lagi suntuk menulis
Astna Aikaz
Terima kasih sudah membaca novel ini >//< Untuk ke depannya, akan saya usahakan update secara rutin, setiap hari antara jam 4-6 sore. Semoga suka terus dengan novel ini >3< Ditunggu kritik dan sarannya yang membangun juga ya ^_^ Salam hangat dari author ^_~
Read All Reviews
Womenizer

Womenizer

Termasuk beberapa kartu identitas dan ATM. “Ceroboh! Lain kali, lo harus teliti lagi menyimpan barang-barang berharga. Jangan sampai ketinggalan lagi! Ngerti?” Radit menasihatinya. “Iya, Kak!” Deska mengangguk. Seperti seorang junior yang patuh pada perintah senior karena khawatir akan ditindas oleh senior preman macam Radit. “Oh iya, kapan lo mau gantiin ponsel gue? Lo yang bikin ponsel gue rusak, kan?” Radit menagihnya pada Deska. Hampir saja dia melupakannya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as caretaker
Read
+Library
Revansha

Revansha

Kini hanya ada Gerald dan Tono yang tengah menunggu Eca. "Pak Tono, saya boleh minta tolong?" Tono menoleh, dia mengangguk sebagi tanda persetujuan. "Boleh, Tuan. Silakan." "Tolong jagain Eca! Awasi dia, jangan sampai lengah," ucap Gerald. Ada nada cemas dalam bicaranya. "Baik, Tuan. Saya akan menjaga, Non Eca, seperti anak saya sendiri." "Laporkan setiap apa pun yang dilakukan Eca. Saat saya tidak ada, Bapak bertindak sebagai bodyguard untuk Eca."
102.2K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as caretaker
Read
+Library
KRAMLER

KRAMLER

kata Alana pada Marwen. "Dasar bodoh! Kenapa kau tidak bilang dari kemarin?!" Homer menepuk kepala Homus. "Maaf, Ayah, aku baru ingat sekarang." Tidak lama kemudian, Garvain keluar dari rumahnya. Ia menggenggam sebuah kapak dan menggunakannya untuk membelah kayu bakar.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as caretaker
Read
+Library
RETAK

RETAK

Sorot mata Vitaloka tertuju pada seorang wanita berhijab syar'i juga seorang anak perempuan berumur lima tahun. "Ini istri Bapak yang sering Bapak ceritain di lokasi?" Lagi-lagi Vitaloka mengemukakan apa yang ada dalam isi kepalanya. "Iya, kenalkan ini Tita dan anak saya Azelia. Tita ini karyawan yang sering aku ceritain sama kamu namanya Vitaloka."
103.4K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as caretaker
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status