Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Rafa duduk di lantai ruang tamu, dikelilingi kertas, spidol, dan selotip. “Aku bikin papan,” katanya serius. “Papan apa?” tanya Anggi sambil menyapu remah roti. “Papan darurat emosi.” Anggi berhenti. “Kedengarannya resmi sekali.” Rafa mengangkat papan karton besar. Di situ ada tulisan: “Kalau Lagi Berat, Pilih Satu:” Di bawahnya ada beberapa kantong kecil dari kertas:
2.1K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as carta senja
Read
+Library
PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

"Bisa gak usah dibahas lagi?" "Iya, iya, Sayangku," sahut Samudera penuh kemenangan. Pria itu menegakkan tubuhnya, merogoh dompet kulit dari saku celana, lalu mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam pekat tanpa batas limit—American Express Centurion Card. Ia menyelipkan kartu itu di antara jari telunjuk dan jari tengahnya, memamerkannya di depan wajah Seraphine.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as carta senja
Read
+Library
Terjebak Cinta Posesif: Suami Kaya Yang Berbahaya

Terjebak Cinta Posesif: Suami Kaya Yang Berbahaya

“Mulai sekarang… tidak perlu menggunakan kartu dari Kenan.” Tatapannya lurus ke Elena. “Hartaku… adalah hartamu.” Hening sepersekian detik,lalu Elena langsung terduduk diatas tempat tidur. Matanya membesar. “SERIUS?!” Ia hampir merampas kartu itu, membaliknya lalu melihatnya seperti artefak legendaris. “Ini… buatku?" Naras tidak langsung menjawab.Dia malah menatap Elena puas.
10838 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as carta senja
Read
+Library
CINTA DANIA

CINTA DANIA

“Apartement nomor 25.” Pria senyap itu menyerahkan sebuah kunci yang berbentuk kartu kehadapannya. Dania sangat bingun dan juga takut kalau pria yang duduk di kursi pengemudi itu nanti akan melakukan sesuatu kepadanya. “Ambil!” ucap pria itu dengan nada tinggi. Dania dengan gemetar mengambil kartu dari tangan pria itu. Wajahnya memucat.
2.5K viewsOn holdAdded to Library 73 Times as carta senja
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Sebuah cermin panjang memenuhi satu sisi dinding, dibingkai dengan ukiran kayu jati berwarna keemasan yang rumit dan indah. Aku berdiri mematung di tengah ruangan, tangan ku sandarkan di depan perut dengan hati yang berdebar kencang. Rasanya seperti sedang memasuki kehidupan orang lain yang terlalu jauh dari dunia pesantren yang sudah aku kenal sejak kecil. Gaun demi gaun diperlihatkan padaku oleh tim perancang, kain sutra yang meluncur di tangan mereka seperti aliran air yang lembut, payet kecil berkilau seperti bintang di bawah lampu, dan renda yang menari lembut setiap kali digerakkan. Para perancang bergerak dengan cepat dan cekatan, menyematkan jarum sementara, mengukur pinggang, bahu,
575 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as carta senja
Read
+Library
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Kemana perginya Mas Danar dan Delia? Mereka semua mengedarkan pandangan ke segala arah. Sampai pada akhirnya Cika melihat ada sepasang jaket tergeletak di atas sebuah batu besar. Seingat Cika itu adalah jaket yang dikenakan oleh Delia saat tidur tadi. Dan jaket satunya lagi, Cika juga ingat jika jaket satunya itu adalah jaket yang dipakai oleh Danar. Dengan sedikit ragu-ragu, Cika menunjuk ke arah batu besar itu. Sagita dan Risa dalam sekejap juga melihat jaket itu. Jantung Sagita berdegup kencang, tak bisa dikendalikan. Dia segera berlari menuju ke arah batu besar itu, disusul oleh Cika dan Risa. Sagita berusaha melihat apa yang terjadi di balik batu besar tersebut. Begitu Sagita berhasil m
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as carta senja
Read
+Library
JandA

JandA

ujar Jeffrey santai menanggapi. Wanita muda itu tersenyum dan tiba-tiba … "Aku Casandra. Bianca Jenny Casandra. Boleh aku tahu nama Anda, Tuan?" tanya wanita muda itu mengulurkan tangannya. Jeffrey lagi-lagi menurunkan buku yang sedang dia baca, dengan tatapan datar dia melihat ke arah wanita muda nan cantik itu dan berkata, "Nama yang indah untuk wanita cantik seperti Anda. Apa ada yang bisa saya bantu, Nona Bianca?"
105.2K viewsOn holdAdded to Library 119 Times as carta senja
Read
+Library
Kekuasaan dan Kemakmuran: Kembalinya sang Pewaris

Kekuasaan dan Kemakmuran: Kembalinya sang Pewaris

Namun, Shinta langsung menggeleng tanda membantah tuduhan tante dan dua kakak sepupunya sebab ada nota pembeliannya. Akhirnya, setelah terdiam beberapa saat, Shinta menatap tante dan dua kakak sepupunya kembali secara bergantian. "Ini Cartier asli, Kak Febriana, Kak Hana dan Tante Cantika!" "Seno tidak berbohong soal dia yang membelinya di Mall Plaza Eldoria dengan harga 5 miliar! Kenapa aku berani mengatakan hal ini karena Seno juga menunjukan nota pembeliannya padaku!" lanjut Shinta.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as carta senja
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Calistung bergegas membentangkan tongkat kayunya yang langsung memanjang dan bersinar keemasan. “Lindungi lingkarannya!” teriak Calistung. Rimba meloncat ke depan Senala, bersiap dengan jurus-jurusnya yang masih setengah matang. Namun di saat itulah, tubuh Senala melayang sedikit. Matanya terbuka. Mata hijau Senala tak lagi mata seorang gadis biasa. Ada kilatan zaman. Zaman kuno bak menyala di balik pupilnya. Dengan satu langkah, Senala mengangkat tangan.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as carta senja
Read
+Library
Senandika

Senandika

“Bukannya nggak enak?” Shera melototkan matanya, tidak setuju varian kesukaannya dibilang tidak enak. “Enak kok, jahat banget yang bilang full cream nggak enak. Sama kaya yang bilang matcha rasanya kaya rumput, padahal enak.” “Selera lo aneh-aneh, ya,” Jevan mengangguk-angguk takjub sambil menepuk tangannya. “Samyang yang kemarin gimana? Pedes?”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as carta senja
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status