Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Pesona Bodyguard Misteriusku

Terjebak Pesona Bodyguard Misteriusku

“Apa kau janji akan melakukan semuanya jika aku bicara?” “Ya, tentu sa ...” Carl langsung menjauhkan wajahnya. Menatap wajah Kate yang masih berendam di bathtube dengan tenang. Mata Carl membelalak dan ia tertegun sesaat.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

sahut Mbak Siti. Tetiba, aku didorong kasar saat aku memilih facial wash di etalase. Brugh Tubuhku nyungsep ke tumpukan kardus. "Hahaha, rasain Lo! Salah sendiri nyerobot orang! Kalo mau belanja, ngantri tau!" kelakar Mbak Lika. Aku gereget seketika. Hati yang kucoba tenang kini marah lagi. Aku bangkit cepat lalu menoleh Mbak Lika.
7.840.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
Sup Kecantikan

Sup Kecantikan

Saat aroma sup mulai menyebar, aku duduk di depan cermin, berdandan menyerupai ibu. Aku memutihkan wajah dengan bedak, memberi perona pipi dan mengoleskan lipstik merah. Dalam pantulan cermin, sosok yang kulihat tampak begitu familiar sekaligus asing. Aku menyeringai, sekarang aku benar-benar seperti ibu! Di luar, suasana semakin ramai. Para pria desa telah membentuk rombongan pengantin, siap mengantarku ke kuil dewa gunung di puncak bukit.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG PEWARIS

PEMBALASAN DENDAM SANG PEWARIS

jawab Catrina dari dalam kamar. Aditya membuka pintu, lalu perlahan menutupnya, terlihat Catrina sedang duduk didepan meja rias, tampaknya dia sedang menggunakan cream malam untuk wajahnya. Aditya mendekati, kemudian duduk di samping Catrina lalu memeluknya sambil memandang ke arah cermin. "Apaan sih?" tanya Catrina. "Kangen aja, tadi belum puas" jawab Aditya.
1093.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Pergi!

Biarkan Aku Pergi!

Mata Shaun berbinar. “Tidak, lingkaran hitammu terlalu dalam. Itu membuatmu terlihat seperti panda, dan itu mempengaruhi penampilanmu.” Catherine memberinya serangan tanpa ampun. Shaun tiba-tiba kehilangan kata-kata. Dia memiliki keinginan untuk mengeluarkan ponselnya untuk melihat wajahnya, tetapi harga diri dan kehormatannya tidak mengizinkannya. Sebaliknya, dia hanya menampakkan wajah kecewa.
9.76.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135.4K kali sebagai cat untuk muka
Tampilkan Ulasan (1979)
Baca
+Pustaka
Zeshan Shandu
sebenarnya aku bosan dengan alurnya yang sama... seperti g ada habisnya masalah yang terjadi. paling kasihan sama cathy.. emang boleh ya laki2 seberkuasa itu? tapi jujur aj setiap kali merasa bosan, menit selanjutnya bikin penasaran...
Ella Yuni
ceritanya bagusss banget,, walaupun chapternya ribuan tapi berasa padat gitu isinya. suka banget sama kisahnya shaun n catherine masih belum puas sama ending temen2nya shaun. chester walaupun badboy tp keren, knp harus cacat. rodney knp dibikin carakternya jd bego gini sama author
Baca Semua Ulasan
The Other side (Indonesia)

The Other side (Indonesia)

lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Cath. Dengan tersenyum Renata memandangi Cath, karena selama ini dirinya hanya di temani Ganesa membuatnya sangat senang saat Ganesa membawa Cath kerumahnya ini. "Nama mu Cath?" Tanyanya. "Cathrina," jawab Cath. "Nama yang cantik, seperti orangnya." Balas Renata. "Anda pasti berbohong, lihat ini lebam-lebam ini sangat jelas terlihat." Cath menunjuk wajahnya yang terdapat lebam yang mulai membiru.
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Si Iblis Tampan

Jerat Cinta Si Iblis Tampan

Wajah mereka berdua terlampau sangat dekat hingga Karin bisa merasakan hembusan nafasnya yang dingin. "Selamat datang. Semoga kamu menikmati rumahmu yang baru," ucapnya pelan. "Aku Katon Bagaskara, calon suamimu." Karin dapat melihat bola mata Katon yang berwarna hitam legam saat mereka berdua berdekatan, namun saat Katon mulai menjauh, mata itu berubah warna kehijauan seperti batu zamrud.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

“Sebenernya gue pengin bikin tato muka lo di paha gue.” “Kagak!” “Tapi dalam bentuk kuntilanak merah atau singa betina.” “Tito Alvarez! Gue—” “Geplak pala lo, ya! Oh ..., gue hafal banget.” Saat Jameka mengerang dan Tito yakin wanita itu akan membuka mulut lagi, ia mendahuluinya. “Tolol. Yah ..., bener lagi.” “Dasar! Omong-omong kapan kita jadi masuk?”
951 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Astaga!" Pemandangan yang terlihat sungguh mengerikan! Bukan wajah tampan dan menarik, tapi seraut muka kucing besar! "Apa yang terjadi denganmu, Fredy?" tanya Cakra tak habis kaget. "Mengapa kau jadi berwajah binatang?" Barangkali perubahan ini yang membuat Cakra sulit meneropong wajahnya dengan ilmu Tembus Pandang Paripurna. Ia seharusnya menggunakan ilmu Selubung Khayali agar bisa melihat segala makhluk.
9.947.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai cat untuk muka
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Dani terpaku, namaku terhenti di bibirnya, tapi tak kunjung terucap. Yang bereaksi paling cepat adalah Ayah, ekspresinya yang terkejut segera berubah menjadi marah. “Karin! Kamu sudah gila? Apa sebenarnya yang kamu mau? Demi menarik perhatian kami, sampai melakukan bunuh diri yang konyol seperti ini!” Ibu pun menyahut dengan suara nyaring, “Cepat bangun! Kamu tahu nggak betapa memalukannya kamu sekarang? Demi berebut perhatian dengan Lina, kamu bahkan pura-pura mati?”
15.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai cat untuk muka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status