Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

tawar Rangga. “Buah belimbing. Pengen dari beberapa hari lalu. Tapi mood keburu ancur, jadinya ya ... gitulah.” “Loh, kok, kenapa nggak suruh aku aja, Ra. Padahal buah itu berbuah banyak di rumah Pak Somad.”
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Perhatiannya kini berpindah pada bagian sekitar kamar mandi yang awal tadi tak begitu diperhatikannya. Di dekat kamar mandi itu ada pohon nangka. Buahnya besar-besar dan dua diantaranya ditutup karung putih. Dari tempatnya berdiri nangka tertutup karung itu membentuk rupa yang menyeramkan di kegelapan Sully merapatkan tubuhnya ke pintu.
10818.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.5K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
Amoy82
Dari semua novel yg kubaca di platform ini, karya ini adalah karya terbaik. Mulai dari judul yg memberikan makna lain. sampai isi. Jangan tanya soal tata bahasa, begitu rapi dan memerhatikan rima. Deskripsi suasana yang begitu rinci, membuat pembaca khususnya saya, menikmati dan merasa berada disana
q_ya
dulu pertama liat judul nya ga begitu tertarik, tapi setelah bingung baca karya njus yang mana lagi akhirnya aku bacalah..dan ternyata malah jatuh cinta yang kedua ... setelah yang pertama sama pak Roy..... tapi bukan berarti saya ga suka tokoh lain ka jus.. semuanya saya suka tp fav Om Roy&mas wir
Baca Semua Ulasan
Raja Agung Nayaka Manggala

Raja Agung Nayaka Manggala

Nayaka Manggala melompat di antara pepohonan hutan setelah berhasil merebut buah delima yang hampir saja didapatkan oleh Raden Mahajaya Kusumawarta . "Ini buka buah delima biasa. Ini adalah buah delima yin yang di mana tenaga dalam alam yang telah terkumpul akhirnya bersatu di dalam buah ini. Pantas saja sampai membuat keempat faksi memperebutkannya." gumam Nayaka Manggala
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Bu Kemala menghampiri putri semata wayangnya yang tampak kesusahan saat hendak duduk. "Iya, bu. Habis ke kebun yang baru itu, liat pohon nangka," celoteh Mirna setelah di bantu duduk oleh ibunya. "Tsk, kamu itu loh, Mir. Kamu kan mau lahiran masa sempat sempatnya ngidam nangka, kalau kata orang tua jaman dulu nggak boleh loh, Mir. Takut lengket nanti perutnya," seloroh Bu Mala sambil lalu ke dapur.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Derrick Season 2: Pulau Kambangan Darah

Derrick Season 2: Pulau Kambangan Darah

Ucap Edong setelah mereka sampai di taman bunga dan berhadapan dengan batang buah Naga yang tumbuh di antara ribuan bunga, lalu beberapa batang pohon apel di pinggiran, dan tanaman ciplukan di antara bunga. "Dan semenjak saat itu aku mulai merasakan penuaan. Iya, aku tidak lagi abadi karena berkah buah surgawi sudah berpindah dan tumbuh di pohon Naga ini." Ucap Edong menatap buah Naga yang memiliki bentuk aneh dari yang lainnya.
9.26.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Alif masih tetap menjadi imam walau sesekali harus menahan nyeri akibat endapan racun di bagian tubuhnya. *** Hari keempat pencarian Cempaka, Kenanga kini berada di sebuah gua yang di dalamnya mengalir sungai jernih. Di sana pula ia mencari persediaan makanan untuk beberapa hari ke depan. Buah-buahan yang ia bawa sebelumnya telah habis.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Kalau orang kampung melihat, lalu lapor ke ayahmu di Tanah Suci, bagaimana?" "Aku akan membuatmu tidak kelihatan oleh warga." "Dibungkus pakai karung? Memangnya aku buah-buahan apa?" "Buah nangka kali yang gendut begitu." "Yang bikin gendut siapa?" "Yang bikin gendut ikan yellowfin," sambar Nita. "Aku makan duluan." Nita pergi ke belakang. Untung dia sudah delapan belas tahun. Jadi boleh mengacaukan obrolan mesra mereka.
1013.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Tampilkan Ulasan (3)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Baca Semua Ulasan
Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Entah kapan aku siap untuk bicara pada ibu. "Ar, tunggu! Ini bawa pulang, buat Dinda" Ibu memberikan dua buah nangka utuh yang cukup besar. Dinda memang suka sekali buah nangka. Dan di belakang rumah ada dua pohon nangka besar yang pasti berbuah jika musimnya. "Walah, besar-besar sekali bude?" "Halah, tinggal terima saja kok pakai drama. Nanti kecil bilangnya kok kecil sekali"
7.3129.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Jungle Love

Jungle Love

Yang jelas, dari aromanya yang begitu harum rasa buah di tangannya itu pastilah sangat manis dan segar. "Ini buah cempedak, Bu. Sejenis nangka, tapi menurut saya yang ini lebih nikmat rasanya," jelas Abdi. Tiara cuma bisa melongo. Ia memang pernah mendengar peribahasa juga lagu yang menyebut istilah "cempedak berbuah nangka". Tapi seumur-umur baru kali ini gadis itu melihat wujud buahnya.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Pick You!

Pick You!

Buah cempedak, manggis, pisang, rambutan, mangga, rambai, langsat, salak, bahkan disini durian pun panen. Aku menyebutnya hutan buah. Pohon durian dimana-mana, buahnya yang besar dan sudah masak. Aromanya kuat tak tertahankan. Buah salak yang merekah di bawah tanah. Manggis yang berwarna ungu pukat menggoda layaknya buah dari surga. "Kau mau mencoba durian?" Kapten Andika bertanya padaku. "Tentu saja! Mana?"
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status