Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkar Pernikahan

Sangkar Pernikahan

desisnya. Untungnya Winda sudah sempat membuka link internet mengenai sesuatu yang ia cari itu. Wanita itu pun membuka rak bagian buah-buahan. Mencari buah-buahan yang disebut oleh link artikel itu. "Nanas dan nangka. Kenapa kedua buah itu tidak ada di sini," decak Winda. Ia pun berdiri. Kemudian membuka apronnya dan bersiap-siap keluar. Wanita itu bertekad harus mendapatkan buah-buahan itu.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Bakti Seorang Menantu

Bakti Seorang Menantu

Hmz, pantesan kalem ada maunya. "Gimana ya, Bu. Katanya, nangka itu tidak boleh diambil mudanya suka gak bagus nantinya kalau matan, sering busuk dan gak manis," ucapku. Aku mendengar mitos tentang nangka seperti itu. Apalagi nangka di belakang rumahku itu kata Tika sangat tebal dagingnya dan manis. Pohon nangka dibelakang rumah, memang lagi masanya berbuah sangat banyak sekali.
9.626.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Membuang Lelaki Sampah!

Membuang Lelaki Sampah!

Entah kapan aku siap untuk bicara pada ibu. "Ar, tunggu! Ini bawa pulang, buat Dinda" Ibu memberikan dua buah nangka utuh yang cukup besar. Dinda memang suka sekali buah nangka. Dan di belakang rumah ada dua pohon nangka besar yang pasti berbuah jika musimnya. "Walah, besar-besar sekali bude?" "Halah, tinggal terima saja kok pakai drama. Nanti kecil bilangnya kok kecil sekali"
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

*** Membuat nasi goreng adalah kegemaran dirinya, dengan memasak ia juga bisa mengeksplor kebisaannya memasak ala Mister Cheff. Bahan-bahan untuk membuat masi goreng sudah lengkap. Tetapi, seperti ada yang kurang. Ah! Penyedap rasanya! Thalisa mengecek wadah penyedap rasanya yang sudah kosong melompong. Thalisa lupa membelinya. Apa ia harus membeli penyedap rasanya dulu? Tetapi, minimarket di sekitar sini lumayan jauh. Jika tidak memakai penyedap rasa, bagaimana jika rasanya hambar? Ah sudahlah. Thalisa terpaksa harus membeli sebentar penyedap rasanya itu.
9.88.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

"Oalah begitu to! Tapi kalau memang Mas Reyhan di sini, juga bukan urusanku." "Iya, sebaiknya kita cepat antar pisang ini dan lanjut ke pasar Dupak," ucap Lek Giman. Mereka berdua lalu saling bantu membantu menata pisang di kereta dorong barang milik Saras. Pisang, kelapa, dan ada juga daun pisang yang ada di dalam pick-up Saras sebagian adalah pesanan para pedagang yang ada di Pasar Dupak dan pasar Gubeng. Saras berdagang bukan hanya di pasar Kembang namun sebagian besar pasar di wilayah Surabaya pernah Saras masuki.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Kau Miliki

Setelah Aku Kau Miliki

"Ada lauk dan buah." Naima ikut membongkar satu tas kresek dan ia langsung mengerjapkan mata, terkejut. Shine muscat hijau yang gemuk-gemuk dan anggur merah memenuhi satu kresek. Di kresek lain, ada beberapa jenis apel. "Mas, ini banyak sekali. Nggak habis dimakan berhari-hari. Mas borong di toko buah?" "Buahnya masih fresh, Nai. Baru datang kata penjualnya. Makanya Mas beli banyak. Nanti bisa disimpan di kulkas. Supaya kamu nggak keluar untuk membeli kalau lagi pengen."
10106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

“Mama mau dong apelnya...!” ucap Cempaka yang datang tiba-tiba, lalu ia memilih duduk di tengah-tengah kedua anaknya. Debby pun menusuk sepotong buah apel dengan garpu di tangannya, lalu disuapkan pada Cempaka. “Hmm... manis dan renyah renyah apelnya, tidak seperti biasa,” ujar Cempaka setelah mengunyah apel di mulutnya.
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

“Mmmhhh! Sluurpp!" Naufal masih terus asyik menyesap kedua buah di dada Nayla dengan sangat lahap. Kedua tangannya pun juga terus bekerja. Yang satu meremas-remas seolah sedang memerah kedua buah semangka Nayla yang besar itu. Sedangkan yang satunya asyik menggesek-gesek belahan kue apem Nayla di bawah sana.
9.9312.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

Mereka datang beramai-ramai, bawa keranjang buah segar—apel merah, anggur, dan jeruk—plus makanan favorit Nayla seperti cokelat batang dan keripik pedas. "Nay! Kami kangen banget sama kamu!" seru Rika, langsung memeluk Nayla pelan dari samping ranjang. Seli dan Marsha ikut mendekat, Nanda dan Dhea menyimpan barang yang mereka bawa di meja samping. "Maaf ya kami cuma bawa ini. Cepat sembuh ya, Nay! Kampus sepi tanpa kamu," kata Seli, suaranya penuh semangat.
10355.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Simpanan CEO Beristri

Simpanan CEO Beristri

Mahkota yang dijaga sudah Naka ambil, dan kini dia malah ketagihan. Naka kembali menindih Lika, ia kecupi semua wajah Lika tangan nakalnya mengelus perut besar milik sang istri. Sudah izin dengan si kembar, kalau papa mau berkunjung. Naka beralih ke buah semangka yang indah, setelah ini Naka akan menikmati air mancur kembali. Melihat Lika yang sudah pasrah dibalut gairah, Naka merasa Lika sudah siap. Ia bangkit dengan menopang lututnya, Naka arahkan Marcopolonya yang gagah tepat di gerbang taman bunga itu.
1053.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai cempedak berbuah nangka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status