Rujak Pedas di Muka Istriku
“Pak Kiai kan suka merokok, terus ditegur sama istrinya, ‘Bapak jangan merokok terus, nanti cepat mati.’ Terus Pak Kiai bilang, ‘iya, makannya dikit-dikit merokoknya biar gak cepet mati.’ Maksudnya menghisap rokoknya sedikit-sedikit biar rokonya gak cepat mati.”
Rafasya terkekeh. “Jadi merokok nya tetep?”
“Tetep.”
“Tapi dewasanya di mana.”
“Ya itu ... rokok.”
“Astagfirullah hal adzim, Ana.” Rafasya mengusap dahi. Cerita rokok dibilang dewasa.
“Kan dewasa itu, Mas. Tujuh belas tahun ke atas.”
“Iya, lah. Terus?”