Sentuhan Panas Editorku
“Jawabanmu itu sangat cliché dan menggantung, Wildan. Di novelku, kalau ada karakter cowok jawab kayak gitu, biasanya dia lagi bohong atau menutupi luka lama yang belum sembuh. Kamu pernah pacaran ya sama Kak Fio? Dia mantan kamu? Dan kamu masih cinta?”
Wildan langsung menoleh, sorot matanya kembali menajam dan ketus, kembali ke setelan pabrik sebagai editor galak. “Terserah kamu mau percaya atau tidak. Aku udah kasih tahu intinya. Sekarang lebih baik kamu beresin minyak kayu putih ini, baunya makin bikin aku pusing.”
“Idih, ditanya bener-bener malah galak lagi. Dasar Kulkas Pintu Seribu!” gerutu Meysa sambil menutup botol minyak aromaterapi dengan kasar.
Bab Populer