TAK INGIN BERCERAI
Oh, kepalaku sungguh ingin meledak.
“Mur.. kenapa melamun?” Mas Galih mengejutkanku, seketika pikiranku tentang Intan buyar.
“Makan yang banyak, biar dedek bayinya sehat!” ucap Kak Nita.
***
Selesai makan, kami berkumpul di ruang keluarga. Semua sibuk melihat foto hasil USG tadi, padahal masih terlihat titik saja. Tapi mereka terharu, apalagi Ibuku, berkali-kali beliau mengusap air matanya. Aku paham apa yang dirasakannya, sakit hati yang sempat tergores akibat isu yang dilontarkan Mama bahwa aku tidak bisa hamil sehingga Mama ingin menjodohkan suamiku dengan wanita lain, akhirnya membuat Ibu bisa bernapas lega. Kuharap penyakitnya tidak kambuh lagi.