Pungguk Merindukan Bulan
"Bahagia dia menikah sama kakakmu. Tak pernah kan, kau dengar kabar ini itu apa tentang mereka? Hehehehe, dulu abangmu juga sempat menolak. Tidak mau dia menikah sama kakakmu. Sekarang? Anaknya sudah mau enam."
"Kakakmu, adikmu semua dijodohkan dan tidak ada yang hidupnya susah. Apa kau tak pandai tengok, Kama?" Mamak melanjutkan kuliah perjodohannya. "Tak bisanya kau ambil pelajaran dari mereka, Kama? Hanya kau yang menolak jodoh dari Mamak. Emh, kadang-kadang Mamak menyesal, karena sudah mengizinkan kau pergi merantau. Jika tidak? Mungkin anakmu sudah tiga atau empat dan Mamak tak perlu bersandiwara macam kemarin siang. Sampai hatinya kau Kama, menyakiti Mamak?"
Kama hanya bisa meneguk lud
Hot Chapters