Bukan Pelakor
Yang tersisa hanya rasa sesak dan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung.
‘Apa Mas Adam sungguh mencintaiku? Kalau iya, kenapa tak bisa memilih?’
Melati mengusap foto itu dengan ujung jarinya, lalu menghapus air mata yang jatuh diam-diam.
***
Menjelang sore, tetangga depan rumah, Bu Sri, datang berkunjung sambil membawa sepiring pisang goreng. “Bu Halimah, tadi saya ketemu Pak RT. Beliau bilang ada anak Pak Lurah yang pulang dari Bandung. Sekarang sudah jadi PNS, lho. Ganteng, tinggi, sopan pula. Katanya mau cari istri orang kampung yang sederhana dan bisa diajak hidup susah-senang.”
Hot Chapters