Istri jelekku
"Anakku, kita akan berjuang bersama-sama. menjalani kehidupan ini. bunda sangat menyayangi kalian. tidak peduli dengan cara apa kalian tumbuh dirahimnya bunda, karena kehadiranmu merupakan anugerah terindah. bunda yakin setelah kesulitan pasti ada kebahagiaan yang menanti kita."
"Aduuuh Tante." teriak Berliana tiba-tiba.
"Berli, kamu kenapa sayang?"
"Betis ku, tiba-tiba terasa cram seperti dipelintir." Berliana ngos-ngosan memejamkan mata menahan perih, sambil memegangi betisnya.
"Itu gejala yang lumrah, dialami wanita hamil." meskipun Tante belum pernah merasakannya, dia langsung memijid dengan cara tertentu.
Hot Chapters