Selubung Memori
Jadi, ketika Dhiena mengatakan itu, mau tak mau imajinasiku tentang ibu mulai meledak, dan cerita Dhiena menguatkan bayangan fiktif yang selalu kudambakan.
“Ibumu tidak suka kalau Jenderal mulai mengancam anak-anak kecil,” kata Dhiena, tertawa. “Pernah dia membentak Jenderal, mengancam akan membekukan Jenderal kalau terus mengancam akan melumat habis anak-anak kecil dengan mata merahnya. Tentu saja kami takut—mana mungkin kami tidak takut, kan? Jenderal tetap Jenderal dengan mata merah. Tapi saat itu istri Jenderal juga ada menemani ibumu. Mereka berdua merawat kami—benar-benar merawat kami layaknya tempat ini panti asuhan baru. Istri Jenderal dan ibumu selalu membuat kami berkumpul di perpu
ตอนยอดนิยม