Istri Pajangan
Tiba-tiba suasana berubah menjadi haru, saat Andis menangis semakin keras.
"Mama selalu sibuk dengan pekerjaannya, dia selalu pulang larut malam. Bahkan aku tak pernah bisa melihatnya lagi. Dia selalu berangkat pagi, dan pulang setiap aku sudah tidur. Aku seperti anak yang tak punya Mama," imbuhnya lagi, sambil terus memeluk erat tubuh Sekar. Hati seorang ibu yang mana yang tega mendengar keluhan seperti itu? Sungguh hal itu menyayat hati Sekar. Lantas ia memeluk tubuh Andis dengan penuh kasih sayang.
"Anggap saja Ibu ini ibumu nak, kamu bisa cerita apapun sama ibu ya," tenang Sekar pada Andis.
ตอนยอดนิยม