BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
Uteh mengembuskan napas panjang yang sedari tadi tertahan, wajahnya menunjukkan campuran antara lega dan rasa malu karena telah salah paham.
Tepat saat itu, pintu terbuka lagi. "Tuan, ada apa?" sapa Torop yang muncul bersama si kembar Simarmata.
"Torop, berapa banyak uang tunai yang kita miliki di desa sekarang?" tanyaku tanpa basa-basi.
"Kita memiliki 122 keping emas uang tunai, Tuan Besar," lapor Torop sigap.
"Bagus. Ambil 100 keping emas, berikan semuanya pada Uteh!" titahku.