Cinta Ipar Duda
Aku hanya perlu melatih diri untuk terbiasa.
“Vi, kau pasti tidak tahu, sebenarnya, kita adalah saudara. Kita berasal dari darah yang sama. Mama Mbak dan Papa kita dulu dijodohkan. Sehingga, merenggut seorang seorang suami dari istrinya. Namun, cinta mereka abadi. Papa kembali pada Mamamu,” urai Mbak Venya dengan deraian air mata, yang membuat aku membatu dengan dua netra membelalak. Sungguh! Cerita seperti apa ini? ini tidak benar! Pasti Cuma karangan Mbak Venya. Dulu papa tidak pernah cerita apa-apa. Tidak! Tidak! Aku lupa! Papa hanya pernah cerita, ketika aku kecil dulu.
‘Andai kau bisa berdampingan dengan seorang kakak perempuan, Vi. Kau pasti akan bahagia. Papa juga.’ Ya, Allah!
인기 회차