Jerat Gairah Cinta Rahasia
‘Hebat, sekarang aku yang menghancurkan kesenangan orang lain,’ batinku, saat mengingat bagaimana wanita seksi berambut pirang yang tadinya sedang mengejar kenikmatan itu menatapku tajam, penuh kebencian, sebelum akhirnya keluar usai membereskan diri dengan membanting pintu keras.
Usai wanita pirang itu pulang, Dominic, yang sudah mengenakan kembali celananya, mengalihkan pandangannya padaku. “Setelah mandi, tunggu di sini. Kita perlu bicara,” katanya dingin, sebelum bergegas masuk ke kamarnya.
Dan sekarang, setelah aku selesai mandi dan beberes, aku pun duduk di ruang tamu sesuai perintah dan menunggu dirinya yang mandi setelahku.
Bab Populer