Berbagi Suami
Angga tertawa, “Apa aku perlu menunjukkan kebusukan Adrian padamu, supaya kamu percaya kalau dia—tidak sebaik itu?”
Tania diam. Adrian tentu hanya manusia biasa, tapi ia tak pernah mengira suaminya adalah orang jahat.
“Berhentilah menggertakku. Aku tahu mas Adrian dengan baik.”
Angga dan Isti tertawa.
“Kenapa tertawa? Memiliki dua istri apakah tandanya dia tidak baik?”
Isti bangkit, “Sudahlah, mas, tunjukkan saja pada Tania, supaya dia tahu buruknya suami yang ia amat percaya itu.”