KETIKA SI BUNGA DESA JADI PEMBANTU DI KOTA
semua ibu-ibu itu tertawa, karena Nuril anak bu Nunung itu terkenal pemalas, dan memiliki tubuh yang gembrot, karena malas bergerak.
Bu Nunung hanya tertawa saja mendengar itu, karena memang dia hanya sedang bercanda.
Begitu selesai shalat maghrib bersama, Niko dan juga Mamanya, kemudian bercakap-cakap bersama, dengan orangtua Sekar, yang di dampingi dengan beberapa kerabat terdekatnya.
"Jadi seperti yang Pak Ramli dan Bu Aminah ketahui, anak saya Niko, sudah sangat dekat dengan Sekar, begitupun saya dan juga Tania...