Mandul: Cinta Yang Dikhianati
Ia bergerak dengan cepat, tidak mau larut dalam tangis, karena ia tahu Kinan butuh pertolongan nyata.
“Kin, ayo mandi dulu, ya,” ucap Dira lembut setelah kembali mendekat. Ia menarik Kinan perlahan dari kasur, membimbingnya menuju kamar mandi. Kinan berjalan gontai, seperti boneka tanpa jiwa. Ia tidak menolak, tapi juga tidak benar-benar sadar akan geraknya.
Selesai mandi, Kinan kembali ke ranjang. Rambutnya masih basah, wajahnya pucat, tatapannya kosong. Ia meringkuk lagi di bawah selimut, seperti tak ingin disentuh siapa pun.
Hot Chapters