Jurnal Sang Dokter
Aku meraih tangannya, berusaha memberikan kekuatan, aku tahu dia begitu bingung dan kalut, ingin bercerita namun rasanya tidak memiliki kekuatan.
“Tidak apa apa, cerita saja,” ucapku. Aku berusaha mendapatkan kepercayaannya, juga kepercayaan pada dirinya sendiri.
“Apa tidak apa apa?” tanyanya.
“Tentu saja, tidak apa apa,” ucaku.
Savea terlihat menarik nafas panjang, lalu mulai menceritakan apa yang sebenarnya dia alami.
Savea mulai bercerita