Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Susan tidak peduli padanya, dia hanya menatap ruang gawat darurat. Dia tidak percaya pada dewa, tetapi saat ini dia berdoa kepada semua dewa. Asal Julian baik-baik saja, Susan rela mati! Dokter membuka pintu dan mengatakan kalau pisaunya meleset dan tidak mengenai jantung. Saat Julian lolos dari bahaya, Susan berjongkok dan menangis keras. Wenny menarik Ginos, "Ginos, meskipun pernikahan kita tiga hari lagi, proses untuk perceraianmu dengannya sudah habis, kalian sudah bisa mengambil surat cerai."
17.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Dia bisa beristirahat sambil menunggu badai mereda. Sekitar satu jam kemudian, badai akhirnya mulai melemah. Angin yang mengerikan perlahan-lahan mereda, dan serpihan tulang yang terbang di udara mulai jatuh kembali ke tanah. Ketika badai benar-benar berakhir, Chen Long akhirnya bisa keluar dari mata badai. Dia segera kembali ke tempat di mana dia meninggalkan Xiao Bai.
619.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Bertemu Kamu Saat Sudah Terikat

Bertemu Kamu Saat Sudah Terikat

Di luar, hujan mulai reda, tapi di dalam hatinya badai masih terus mengamuk. Setelah pertemuan dengan Rendy, Rania kembali ke rumah dengan perasaan berat. Langit sudah mulai gelap, dan suara deru mobil di jalan hanya menambah kesunyian yang menyelimuti hatinya. Dia memarkir mobilnya perlahan, tetapi sebelum masuk ke rumah, Rania duduk sejenak di dalam mobil, menutup matanya, mencoba mengatur napas.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

Kini Chandra sedikit lebih tenang saat mendengar musik yang mengalun di telinganya, meredam suara petir yang datang. *** Hujan sudah mulai reda menyisakan rintik-rintik kecil yang biasa disebut gerimis. Beberapa orang yang berteduh mulai kembali melanjutkan perjalanan, begitu juga dengan Chandra dan Rain. Mereka juga ingin segera pulang. Hari sudah mulai sore, orang tua mereka pasti khawatir. "Chan," panggil Rain. Tidak biasanya ia memulai percakapan terlebih dahulu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Untuk Suami

Istri Kedua Untuk Suami

Badai kembali ketus. Dia ingin bangun namun ditahan oleh Albert. “Eits! Jangan ganggu dia, sekarang kamu jelaskan kenapa dia bisa berada di sini?” Badai merasa resah, namun akhirnya dia bercerita. “Dia bercerai dengan suaminya, tadi sore. Gila sekali pria itu!” Kembali Badai merasakan kekesalan luar biasa. “Dan kau? Kau menjadi pahlawannya begitu?!”
1027.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 948 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN yang TERTUKAR

PERNIKAHAN yang TERTUKAR

Tak akan, tak akan pernah aku lepaskan," jerit Avani. Hampir 45 menit, gadis cantik itu bertarung sengit dengan ganasnya ombak Laut China Selatan yang mengamuk, dengan badai petir menyambar-nyambar dan gelombang tinggi yang menggulung-gulung. Dan tiba-tiba semuanya reda. Begitu hujan berhenti, badai besar itu pun mengakhiri amukannya. Avani terengah-engah dan kedinginan. Tubuhnya basah kuyup, bibirnya pucat, matanya cekungan dan sayu.
1021.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Ketika Hidup Berbalik Arah

Ketika Hidup Berbalik Arah

Badai telah mereda. Satu menit kemudian, langit benar-benar tanpa petir ataupun guntur. Mendung berangsur-angsur menyebar seolah-olah tidak pernah terjadi sebelumnya. Orang-orang yang berada di Gunung Leo dibuat terpatung dengan rahang mulut ternganga. Meskipun jelas, banyak dari mereka tetap tidak memahami apa yang terjadi.
92.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77.6K kali sebagai cerpen badai yang reda
Tampilkan Ulasan (326)
Baca
+Pustaka
Tho Maz
Ceritanya lumayan bagus cuma sayangnya updatenya terlalu sedikit, hanya 5 bab dan jumlah halaman tiap bab sangat pendek. Sebagai pembaca aku merasa sangat kecewa tak terpuaskan. Selanjutnya sebagai saran sekaligus harapan pada penulis untuk menambah bab dan halaman dalam updatenya, minimal 10 bab.
darwin kayong
ceritanya gak lengkap banyak yang gak selesai terutama kakek zen yg misterius, lelaki bertopeng dan wanita misterius, kabar dari orang suci dan kabar apakah listiha ikut dunia perkumpulan atau dunia orang awam gak jelas semua...
Baca Semua Ulasan
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Waktu di sekitarnya mulai mengalir dengan normal. Emosi yang terperangkap itu tidak hilang begitu saja. Tapi intensitasnya mereda. Amarah yang membara berubah menjadi abu kesedihan yang dingin, lalu akhirnya menjadi keheningan yang kosong—bukan kehampaan lapar Anomali, tetapi keheningan setelah badai berlalu, sebuah kelelahan yang damai. "Utang naratif" telah dilunasi. Ceritanya, meski tragis, akhirnya memiliki akhir.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Awan hitam tidak sanggup menampung air lebih lama lagi. Dia memuntahkannya dengan deras, diselingi petir yang menyambar dahsyat. Pohon-pohon bergoyang menahan badai angin, kolam ikan Same sebentar lagi meluap dan ikannya berlompatan ke lapangan. Same memperhatikannya sejak tadi dari jendela. Badak bercula naik ke teras rumah, dia bersedekap di sana. Aku tidak tahu dia kedinginan atau tidak. Kulitnya kan tebal.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Kuro Dan Naga Warisan

Kuro Dan Naga Warisan

> “TIDAKKKKK!!” Dalam sekejap, sosok raksasa itu lenyap menjadi serpihan cahaya hitam. Langit yang tadinya kelam perlahan kembali normal. Angin kencang berhenti. Badai menghilang. Kuro jatuh ke tanah dengan napas terengah. Di sekelilingnya, hanya keheningan. --- Akhir dari Era Kegelapan Kaien dan Gidi berlari menghampiri Kuro.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status