Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ke Mana Perginya Sekretaris sang CEO?

Ke Mana Perginya Sekretaris sang CEO?

Hujan memiliki tempat untuk turun, tapi bagaimana dengannya? Seperti malam yang tak berujung ini, tanpa tahu akhirnya? Dia seperti dedaunan mengapung, ke mana dia harus pergi? Hujan terus turun begitu lama, akhirnya berhenti. Saat badai mereda, di timur langit tiba-tiba terbuka dengan warna keabu-abuan! Baru saat itulah Bella menyadari dia telah berdiri di balkon begitu lama.
98.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Catatan Penutup & Terima Kasih: Setiap badai pasti akan reda, dan setiap salju yang jatuh akhirnya akan menyentuh bumi. ​Hari ini, tinta terakhir telah ditorehkan dan laporan intelijen terakhir telah ditutup. Perjalanan kita bersama Draven Rendell bukan sekadar tentang perebutan takhta, melainkan tentang bertahan hidup di tengah dinginnya pengkhianatan dan kerasnya takdir.
9.78.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Dia bermaksud untuk mencairkan suasana yang menegang. "Ke salon aja gimana?" saran Nindi. "Oke, cus!" ucap Siska singkat. Akhirnya pesanan mereka sampai, dan mereka memakannya tanpa berbicara lagi. Setelah selesai menghabiskan makanan mereka, mereka bergegas pergi ke Salon. Setiba di salon mereka mulai berfikir untuk memotong rambut dan mewarnai nya. Note : Kadang saat kita kecewa atau menghadapi masalah, kita hanya berfikir untuk melampiaskan kekecewaan itu dengan melakukan hal yang salah. Berharap bisa melupakannya, tapi tidak berusaha menghadapinya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
AKU DAN BADAI PERNIKAHANKU

AKU DAN BADAI PERNIKAHANKU

Meski kelam sama mewarnai kisahku dengan mereka. Badai susah benar-benar berlalu. Dewi berhasil melalui itu dan berhasil menghadirkan pelangi yang indah dalam hidupnya. Badai sudah benar-benar berlalu. Namun aku masih setia memeluk mendung kelam yang kucipta dari mega yang indah. Kemudian kukeluarkan ponselku. Ada satu foto yang dulu kuarsipkan. Kemudian kuhapus karna sudah tak etis untuk kusimpan.
9.348.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Tulisan itu bercahaya, lalu jatuh perlahan ke tanah, membentuk kalimat terakhir malam itu: “Cinta adalah hujan yang menulis kita berdua di waktu yang berbeda.” Dan seiring kalimat itu selesai, Rendra perlahan memudar bersama rintik hujan. Yang tersisa hanyalah kertas basah di tangan Aira — kosong, tapi hangat, seolah tinta baru saja mengering di atasnya. Ia menatap halaman itu, lalu berbisik, “Kalau kau benar menulis di dalam hujan, aku akan membaca setiap rintiknya sampai dunia berhenti mendengar.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Bab — Retakan yang Tak Terhindarkan Sore itu, hujan turun perlahan, seperti benang-benang halus yang melayang di udara, menari di antara hembusan angin yang lembut namun dingin. Langit memantulkan warna kelabu pucat, seperti kanvas yang dipulas cat air tipis, memberi nuansa sendu pada halaman rumah Bagas dan Naila. Aroma tanah basah yang terangkat dari taman bercampur dengan wangi dedaunan yang terguyur air, menebar kesan tenang namun sarat isyarat akan badai yang mungkin datang—bukan badai di langit, melainkan di hati dua manusia yang tinggal di rumah itu.
9.314.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Badai Pernikahan

Badai Pernikahan

Ia berusaha untuk tidak memasukkan ucapan pedas Pasya ke dalam hati. Delia bersama Pasya memasuki mobil. Hanya ada mereka berdua, dan biasanya Delia akan berbicara banyak, dan Pasya akan menanggapi kecerewetannya dengan tawa renyah. Namun, kini semuanya telah berubah. Delia tidak pernah berpikir jika di masa depan akan tiba bencana seperti ini. Semuanya hancur dalam sekejap mata, dan dia tidak akan pernah terbiasa dengan perubahan yang tiba-tiba ini.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Ia menendang kepala itu ke sisi jalan—membiarkannya menghilang di bawah arus hujan. Petir terakhir menyambar langit. Siluet Rendy Wang perlahan lenyap di balik kabut dan neon yang berpendar. Kota Cakrawala kembali sunyi, seolah mengakui bahwa malam ini… Sang Naga Perang telah menulis sejarahnya dengan darah.
1030.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 998 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Kekuasaan : Lahirnya Sang Pemersatu

Kekuasaan : Lahirnya Sang Pemersatu

Di sana, di bawah kilatan petir dan gemuruh ombak, Kael merentangkan tangannya dan merasa seolah-olah dia bisa berbicara dengan lautan. Ajaibnya, badai yang ganas mulai mereda. Angin kencang dan hujan deras perlahan berhenti, dan laut yang bergelora kembali tenang. Kael berdiri di sana, terengah-engah, tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Namun, satu hal yang pasti: dia telah melakukan sesuatu yang luar biasa.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Beberapa saat kemudian, badai menjadi reda. Sedikit demi sedikit kabut hitam di angkasa itu menyisih, cahaya matahari kembali tampak menyinari bumi. Suara gemuruh gaduh pun mulai reda. Baraka berdiri dengan mata terbelalak tak berkedip. Ia sama sekali tak menyangka kalau kibasan Suling Naga Krishna-nya dengan kekuatan penuh menjadi sedemikian dahsyat dan mengerikan.
1031.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status