Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Puncak Dunia

Cinta di Puncak Dunia

Ucap Vanda tulus. ​Badai telah sepenuhnya berlalu. Di bawah langit sore yang cerah, luka-luka masa lalu perlahan tertutup rapat, berganti dengan babak baru kehidupan yang dipenuhi cinta, kedamaian, dan pengampunan. "Ngomong-ngomgong, dimana Zheydan dan Kinan?" tanya Elara tiba-tiba dengan wajah panik. "Bukankah Zheydan bersamamu?" tanya Reygan menatap kearah Lingga.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Langitpun menurunkan tetesan hujan di segala penjuru, mengubah latar menjadi keabuan, bagaikan di bola salju. Setelah terombang-ambing dalam badai ombak kematian, akhirnya perjalanan mereka akhirnya usai. Mereka sampai di sebuah pantai yang cukup sepi. Tetapi empat orang itu tahu tempat inilah yang mereka ingat sebelumnya, tempat awal mereka terdampar. Bayru lumayan senang karena dia tidak menduga bahwa benar-benar bisa selamat dan mengendalikan lautan. Bahkan lautan mungkin saja tahu dia butuh pertolongan dan membiarkannya melewati badai itu. Mereka sangat bersyukur akhirnya bisa kembali.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Semua yang duduk di sana saling menebar senyuman. "Bang, tolong cubit saya sekali lagi. Saya ingin meyakinkan kalau semua ini nyata," bisik Gayatri pada Iwas. "Tidak perlu cubitan, Tri. Semua ini memang nyata. Bahwa badai kita berdua telah reda. Terima kasih karena kamu bersedia menunggu saya sampai semua badai usai." Iwas menggenggam tangan Gayatri di bawah meja makan.
1052.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Lentera Kosmis: Traversing the Celestial Odyssey

Lentera Kosmis: Traversing the Celestial Odyssey

Mereka duduk di sana, mencoba untuk menenangkan diri dan menunggu badai reda. Setelah beberapa jam, hujan mulai mereda, dan guncangan gempa bumi mulai mereda. Mereka keluar dari gua, melihat sekeliling mereka dengan cermat. "Apakah semua orang baik-baik saja?" tanya Maya, memeriksa kondisi anggota timnya. Mereka mengangguk, menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja meskipun sedikit terkejut oleh peristiwa tadi.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Dalam tatapan itu Ochi melihat bahwa Badai telah memutuskan untuk hidup atau mati bersama nya. "Sayang, Mas akan mencerai beraikan kabel ini secara acak. Bila padam, maka kita selamat. Bila tidak, kita akan bersatu di alam lain. Mengerti, Sayang?" Ochi mengangguk. "Mas mencintai kamu, sayang." "Ochi juga mencintai mu, mas." Mata mereka saling menatap saat Badai dengan mantap mencerai beraikan segala kabel sesuai insting nya saja. Dan bom itu pun akhirnya padam. Mereka selamat!!!
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 854 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
SURVIVAL LOVE

SURVIVAL LOVE

Satu jam kemudian suara angin yang berdesing-desing itu mulai mereda dan kapal mereka mulai kembali tenang. "Sepertinya kita belum mati," kata Adam sambil melihat melalui jendela bulat di dinding kabin. "Sebaiknya kau pastikan dulu!" Jelas mereka sama-sama mendengar benturan keras di atas dek kapal dan entah apa yang suaranya sampai seperti ledakan itu tadi. Badai sudah benar-benar reda dan awan sudah kembali cerah ketika Adam membuka pintu kabin untuk keluar.
9.9239.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai cerpen badai yang reda
Tampilkan Ulasan (130)
Baca
+Pustaka
Allehandra Hill
klo baca novel ini hati rasanya berbunga-bunga, membayangkan suasana laut dan pantai yg indah banget, ditambah kisah cinta jemy dan adam yg wow.... makanya jangan menyumpah sembarangan, nah kan makan sumpah sendiri ............
Nami chan
Aku sebenernya tipe yg susah move on setelah baca 1 judul, biasanya ambil jeda. Awal baca bab pertama msh biasa, eh ke belakang2 langsung menyimak. Cerita ini bnr2 membangkitkan minat. Alur dan konsepnya no drama2, lbh hidup. Bagus pol
Baca Semua Ulasan
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Mulai dari ancaman di awal, hingga kemudian berubah, mencoba mengubah pikiranku. Aku tidak mengerti mengapa dia masih merasa berhak mengatakan semua itu. Di akhir, ada satu kalimat dengan nada yang berbeda dari sebelumnya. [Erika, beri aku sepuluh menit, ayo kita bicara.] Aku tidak membalas dan hanya meletakkan ponselku. Apa lagi yang bisa dibicarakan? Semuanya sudah sampai sejauh ini. Tidak bertemu lagi seumur hidup mungkin adalah akhir yang terbaik.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Bukan perlahan, tapi seperti ada seseorang yang memutar tombol volume dan menurunkannya sekaligus ke angka nol. “Nah... Cepet juga redanya...” Cinta mendongak, melihat awan yang mulai pecah. Langit melipat payungnya dengan tenang. Kali ini, tetesan air benar-benar jatuh dengan normal. Basah dan wajar. Mang Dadang berseru girang. “Nah gitu dong! Cuaca jangan labil kayak ABG!” Cinta terkekeh kecil. “Thanks ya... buat payungnya. Gue jadi nggak kebasahan...”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Abian Pov. Ada pelangi menyambut dengan warna indah, setelah hujan badai menerpa. Laksana hujan yang turun di gurun pasir yang gersang nan panas, seketika berganti dengan kesejukan yang luar biasa Hal itu yang aku rasakan ketika Pak Aditama menghubungiku, memberitahukan bahwa Tyas telah selamat. Ia berhasil kabur dari para penculik itu. Aku lega luar biasa.
844.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Tatapannya menyipit. “Terlihat terlalu mudah,” ucapnya dingin. Langit tiba-tiba meredup. Badai berhenti. Angin mati. Kesunyian jatuh seperti kain tebal yang menutup dunia. Ia tidak bisa lagi mendengar napasnya sendiri. Tidak ada suara. Tidak ada gerakan. Lalu... KREK… Suara retakan es terdengar dari balik awan.
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 886 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status