Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tarian Pemikat Serigala

Tarian Pemikat Serigala

Lelah sekali rasanya setelah bertarung dengan Saga antara hidup dan mati. Bulan memancar dari celah-celah pintu gua. Badai rupanya sudah berhenti, malam semakin larut. Mereka telah selesai menyusun rencana untuk melanjutkan perjalanan dan menyembunyikan Saga esok hari. **
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

"Kenapa kamu berpikir begitu?" "Karena siangnya matahari bersinar cerah. Langit biru bersih, awan putih cantik. Nggak ada tanda-tanda akan hujan. Tapi sore menjelang malam, tiba-tiba saja angin kencang bertiup, langit menggelap, lalu kilat dan guntur menyambar-nyambar. Dan hujan itu... seperti langit runtuh. Seumur hidup, aku belum pernah melihat badai sehebat itu."
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Jawab Naga Bintang. Setelah memberikan perintah kepada mereka bersembilan, mana aura Sang Kaisar Agung Badai Petir pun menghilang secara perlahan dari tubuh Zera. Dan Zera pun kembali seperti semula dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri. Melihat hal itu, mereka langsung membawa Zera ke desa Elves dan merawatnya. **
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku

Kami bertiga saling bersandar dalam diam, seolah badai di luar sana sudah tidak ada lagi. Aku sangat berharap hubungan seperti ini bisa terus bertahan. Tiba-tiba, lampu di ruangan menyala. Keran air juga mulai mengeluarkan bunyi aliran air. Badai topan akhirnya berlalu! Erika bersorak gembira, "Hore!" Aku segera mengisi daya ponselku. Melihat persediaan makanan yang habis, aku berkata pada mereka, "Ayo, Ayah ajak kalian makan di luar!"
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Raja Hantu Kegelapan

Raja Hantu Kegelapan

Bahkan layar yang terbuka lebar itu tidak sobek sedikit pun. Dua jam berlalu dan badai telah menghilang, digantikan oleh keheningan malam yang perlahan merangkak naik ke dunia. Bulan berwarna merah pucat naik ke langit, menerangi dunia dengan cahayanya yang berwarna kemerahan.
413 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Andra mencoba menenangkan Raina yang semakin gelisah. Bus berhenti di halte tujuan mereka berdua, dan hujan masih belum reda juga. Mereka berdua turun dengan menutupi kepala mereka menggunakan tangan agar tidak terlalu terkena hujan. Mereka duduk di kursi halte sembari menunggu hujan agak reda. Namun, sia sia saja. Sudah beberapa menit menunggu hujan belum juga reda.
19.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Angkasa

Angkasa

Raka juga mulai heboh, suasana kelas Bintang semakin ricuh Sedangkan Bintang masih tak tau ucapan Angkasa. 'Buat Bela mungkin? Kan baru putus, bisa aja kan pingin balikan.' "Andai kau adalah lautan. Akan aku sebrangi tak peduli keadaan." "Awas ada badai sa! Kalau paus mau kenalan sama lo gimana?" Raka heboh lagi, ia mulai naik di meja. 'Gue juga mau dong ngerayu cewek-cewek kayak gitu, biar populasi cogan disini tidak musnah dan terbengkalai kan karena lamanya jomblo?'
85.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
CINTAKU TERGADAI

CINTAKU TERGADAI

'Hai, tidak apa-apa, aku juga lagi santai, dosenku hari ini tidak masuk. 'Oh kamu kuliah di mana?' Percakapan kami berlanjut hingga kami menyebutkan universitas kami masing-masing, dan bertukaran nomor handphone. Dan hari itu juga, aku ditembak olehnya, tanpa basa-basi aku langsung menjawab "Ya". "Misiku berhasil, Edo tampan dan setajir Jovan, paling tidak aku bisa membuat Jovan kepanasan, biar dia tau rasa!" gerutuku.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

tanyaku pada Ibu. Ibu terdiam sejenak mendengar pertanyaanku. Ibu merangkulku sambil menatap langit, lalu berkata, pelangi tidak muncul di waktu malam, walaupun hujan telah berhenti. Pelangi hanya muncul setelah hujan berhenti di pagi, siang, dan sore hari. “Coba kamu lihat ke atas langit.” Ibu berkata padaku sambil menunjuk ke atas langit.
108.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Angin malam yang kencang terus berhembus, membawa rintik hujan yang semakin deras, menghapus sisa-sisa ketegangan yang ada. Suasana yang semula tegang perlahan menghilang, ditelan oleh derasnya hujan yang turun dari langit, membasahi jalanan dan meredakan aura pertarungan yang baru saja berlangsung. Dan dalam sekejap, semuanya kembali hening. +++
1038.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai cerpen badai yang reda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status