JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
“Sini tak bisikin.”
Merasa ingin tahu sesuatu penting, aku dengan gesitnya menurut. Kudorong kakiku mendekat ke telinganya, dengan rasa ingin tahu, juga rasa ragu-ragu. “Bocah itu, dikirimi ilmu sihir karo kanca saka Sunda. (Rere itu dikirimi guna-guna sama seseorang kawannya yang dari Sunda.) Sampeyan iki musti seneng, nyawanya masih kuat kan?”
“Pakde tahu dari mana kalau kawannya dari Sunda? Imel tidak ngerti Pakde ngomong apa?!”