MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK
"Ada lagi, nih, cerita, waktu itu kita jalan-jalan, naik motor milik bapak mertua, ke Stadion Kanjuruhan, kan kalau ke sana cuma bayar masuknya aja lima ratus perak, kita muter-muter, tuh! Kan haus, ya, muter-muter aja, lagi-lagi dia ngajakin beli teh cuma sebotol diminum berdua, bodohnya aku percaya aja kalau itu romantis, ternyata dia pelit, tahu gitu aku gak mau nikah sama dia, berhubung ketutupan cinta ya mau-mau aja."
"Widih, gila betul, kamunya yang bodoh apa gimana kok mau-maunya."
"Eh, tapi aku kan belum nyadar kalau dia pelit, karena ekonomi keluarganya dari dulu mengkis-mengkis makanya aku diajak berhemat mau-mau aja."
"Terus nikahanmu gimana?"
Chapitres populaires