Cinta yang Ternoda
Tercium aroma makanan telah menyapa kedatangannya, benar saja sebuah ruangan besar dengan meja-meja terpenuhi makanan enak sudah tersedia, mata gadis itu enggan berkedip, apalagi ketika melirik sebuah hidangan besar beralaskan piring raksasa, kepiting berukuran raksasa dengan asap mengepul, lalu disiram oleh sausnya, itu benar-benar membuat ludah tercecer.
Ia hanya meneguk ludahnya dalam. Merasakan sensasi kenikmatan itu.
"Nona, kau sedikit terlambat, mejamu sebelah sana," tunjuk sang pelayan hotel mengarah ke meja besar yang nampak sudah dipenuhi beberapa orang, Aminah menoleh, mendapati punggung beberapa orang yang ia kenal,
"Meja itu," tunjuknya,
Pelayan itu nampak mengiyakan, dan berlalu
Hot Chapters