LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK
“Vi ... serius kamu mau menikah sekarang?“ tanya Andra dengan nada tak percaya. Aku hanya bisa mengangguk.
“Sudah, sudah! Ayo sekarang semua duduk! Pak Hamid, bisa dimulai sekarang, 'kan?“ tanya Bapak kepada Pak Hamid. Pak Hamid mengiyakan.
Ijab Qobul dibaca dengan sangat lancar. Aku berkali menitikkan air mata mendengar semua itu. Sungguh kejadian yang tidak pernah masuk dalam daftar cita-citaku. Menikah, di saat ijazah sekolah belum kuterima, menikah sebelum aku kuliah dan bisa membalas semua perjuangan Ibu selama ini. Menikah tanpa pacaran, tanpa perlu kenal lama, dan menikah demi menyelamatkan diriku dari kekerasan yang Bapak lakukan selama ini, dan parahnya, menikah karena takut dijual
Hot Chapters