Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Di pagi harinya ia baru sadar kalau sudah jatuh dari ranjangnya sambil menggigil kedinginan. Rasa penasaran Luna terus berlanjut sampai sampai menjelang satu minggu sebelum perayaan hari kemerdekaan. Saat itu, matahari bersinar terik sementara seluruh kota bersiap untuk merayakan 17 agustus yang meriah, termasuk di sekolah Luna. Lorong mulai dihiasi deretan gelas bekas dan potongan plastik merah-putih yang diikat benang dan digantung di langit-langit.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Ia perlu berpikir keras untuk menghasilkan itu semua, walau menurut teman temannya Raina itu bisa membuat puisi atau semacamnya dan bagus namun tetap saja menurut Raina itu kurang sempurna dan masih pada nilai di tengah tengah. Saat Raina mulai menuliskan kata katanya setelah beberapa menit mendapatkan ide, ia melihat Clara yang sudah asik dengan kertas dan pulpennya mencorat coret kertas putih dan kosong tadi dengan tinta hitam. Raina pun segera kembali dengan kertasnya lalu menuliskan idenya tadi sebelum kata kata itu hilang dari pikirannya dalam artian ia harus berpikir ulang lagi nantinya.
18.8K viewsOngoingAdded to Library 714 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Terasa singkat saat bersamamu teramat panjang kala merindumu berasa sesaat ketika menggenggammu sangatlah lama untuk menantimu ****** Tawa dan canda sepanjang perjalanan membuat semua lelah tak lagi terasa. Kadang bernyanyi bersama walau dengan suara yang tidak jelas nadanya. Yang penting happy. Sepanjang perjalanan harus melintasi perkebunan teh yang mampu menyejukkan mata dan pikiran. Beda sekali dengan penatnya kota Jakarta. Di sini masih sangat asri.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Sedangkan Alma dan Aisyah sibuk di kabin belakang dengan urusannya masing-masing. Waktu tempuh lepas landas dari Sorong menuju Kabupaten Nabire berlangsung selama 1 jam 30 menit. Waktu yang lumayan lama, padahal satu pulau yang sama. Aku pikir, Indonesia itu bukanlah hanya sebuah pulau raksasa dengan butiran-butiran pulau kecil lainnya. Tapi ternyata tidak! Indonesia bukanlah Australia—negara besar yang juga merangkap menjadi sebuah benua kerdil. Negeri ini bukanlah hasil mencuri, negeri permai ini adalah hasil pertaruhan hidup dan mati. Dan sekarang bagi pemuda bangsa seperti kami, menjaga kesuburan dan kemerdekaan negaralah satu-satunya dalam berkontribusi pada negara.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Gerilya Di Balik Seragam

Gerilya Di Balik Seragam

Namun, wibawa itu hanya bertahan kurang dari tiga detik, sebab Okta langsung menambahkan: "Aku tak buruk dalam hal pidato, kan? Baris-baris ini aku contek dari drama sandiwara ‘Merdeka atau Mati’!" "Oh, ya, bagus sekali!" Surya menanggapi dengan senyum miring. Okta memang dijuluki "Aktor", karena suka berakting di sela-sela perang. Itu juga impiannya sejak lama. Saat itu, Belanda sudah kehilangan kesabaran. "Ini kesempatan terakhirmu!" teriak seorang opsir dari pengeras suara di truk lapis baja: "Masih ada sepuluh detik lagi! Menyerahlah, atau kami akan melancarkan serangan terakhir!"
103.9K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Transaksi Cinta Bersama Kolonel

Transaksi Cinta Bersama Kolonel

Ah, bisa saja tentara satu ini. Tanpa kami sadari, kami berdua menghabiskan banyak waktu di butik dengan riang gembira, tertawa dan bercanda. Saat akan meninggalkan butik, pandanganku terhenti pada sebuah spanduk besar yang tergantung di ruang tunggu. Aku baru menyadarinya. Spanduk itu bertuliskan, 'Kemerdekaan Elysium Ada di Depan Mata.' Dahiku mengerut. Apa maksudnya?
101.3K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Kemudian ia beralih mencium keningku. “Sepuluh tahun ternyata hanyalah singkat. Jika pada akhirnya aku bisa memilikimu.” Bisik Rendra di telingaku, sebelum akhirnya ia mencium keningku. Aku tak mengerti dengan apa yang ia ucapkan. Ah! Dasar Rendra, apakah membuatku penasaran, sudah menjadi hobi barunya?
1.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Nata, aku …” “Kakek yang kuceritakan itu pun demikian,” lanju lanjutku memotong. “Aku memang ingin kau menempatkannya pula dalam esai itu. Kakek pengemis yang sejatinya adalah pahlawan kemerdekaan negeriku, terbuang oleh arus era kemajuan. Dia tak ingin menceritakan pasti ketika ia harus diperpudak kolonialisme, dipaksa meminum air seni tentara penjajah, dan sekarang hanya pasrah terduduk setiap hari di pinggiran jalanan kota tanpa diketahui oleh negaranya sendiri tentang kepahlawanannya dulu.”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Diceraikan Karena Mandul, Anak Jeniusku Bikin CEO Berlutut

Sesekali Junior berhenti menulis lalu menghapus kembali kalimat yang dibuatnya. "Aku capek..." bisik Junior lirih sambil mengusap matanya yang mulai basah. Junior kembali menulis. Kali ini ia tidak menggambar seperti biasanya. Junior menuliskan beberapa kalimat pendek dengan tulisan yang sangat rapi. Setelah selesai membaca ulang, Junior mengangguk pelan. "Nggak boleh ada yang bertengkar lagi," ucap Junior lirih sambil menarik napas panjang, wajahnya mulai terlihat lebih mantap.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as cerpen kemerdekaan singkat
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status