MAWAR
Tapi aksiku terhenti saat merasakan tubuhnya yang menegang dan terasa kaku.
"Hanya ciuman," ucapnya memperingati.
Aku menggigit leher Mawar seperti vampir sehingga membuatnya tertawa karena kegelian. "Tidak bisakah kita melanjutkannya?" Tanyaku yang masih menikmati leher putih mulus miliknya.
Mawar menggeleng kuat. "Tidak untuk sekarang, aku belum yakin kepadamu,"
"Baiklah, satu ciuman lagi bagaimana?"