Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

tanya Kanza dengan suara sedikit bergetar, Abian bisa mendengar jelas akibat ruangan begitu sunyi. Abian mengangguk, "Tidak lebih dari 15 menit " Kanza mengangguk tersenyum tipis lalu mengambil ponselnya dan pamit keluar ruangan. Lagi dan lagi Abian membuang nafas pelan melihat monitor di depan dengan titik merah yang masih berkedip. Beruntung orang tua Abian tadi juga mengabari jika mereka baik-baik saja dan hanya kerasa sebentar. Ia tahu betul letak wilayahnya yang jauh dari titik gempa. Berbeda dengan wilayah Kanza yang terletak lumayan dekat.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Siapa yang harus disalahkan? Dalam kegelapan, Huo Mian menghela nafas dengan lembut. Dia tahu bahwa beberapa hal tidak dapat dijauhkan selamanya. Ini adalah hal-hal yang tidak bisa dihindari. Pinggiran kota, di distrik kelas atas- Sebuah Audi R8 perak melaju perlahan ke halaman rumah megah, dan selusin penjaga membungkuk ke arah mobilnya dengan hormat.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
METAMORFOSA

METAMORFOSA

Ting! 081611670xx : Malam Kak. Ini aku Shelka, maaf sudah lancang kirim chat terus tiap malam, eh bukan ding, tiap hari. Hehehe. Matheo yang kebetulan sedang memegang ponsel mau tak mau langsung membaca pesan whatsApp yang masuk ke ponselnya, keningnya mengerut saat membaca setiap kata yang dikirimkan oleh nomor yang setiap malam memang selalu mengirimkan chat kepadanya. Matheo hanya menggelengkan kepalanya saja ketika kata-kata yang diketikan Shelka begitu sangat formal sekali. Tanpa sadar bibir Matheo tertarik saat mengetikan sebuah balasan untuk Shelka.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 685 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
MINE

MINE

Kevin memberikan kunci itu pada Adam. "Lihat sekitarmu dan jangan lengah." Pesan Davin pada Kevin. Suasana ruangan di bawah sangatlah pengap dan berdebu. Ukurannya tidak luas, namun di sebelah kanan terdapat lorong panjang yang sangat gelap. Davin dan Adam yang penasaran mulai mengikuti ke mana arah lorong itu akan berakhir. Mata mereka menyipit berusaha untuk melihat dengan jelas apa yang ada di sekitarnya. Mengingat jika semakin jauh, cahaya akan semakin menghilang dan oksigen juga berkurang, bahkan Adam sudah mulai batuk beberapa kali.
1035.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

Malah ia semakin menambah kecepatan untuk segera menuju ke arah sumber suara tadi yang berasal di sebuah ruangan di ujung lorong bangunan tersebut. "Sial! Sepertinya aku sudah terlambat." Kesalnya sambil menggemeretakkan gigi. Dan begitu sampai di depan sebuah pintu besar berwarna coklat tua. Sosok berambut panjang itu langsung melancarkan bogem mentahnya dengan kekuatan penuh. Sehingga penghalang yang terbuat dari kayu jati itu seketika hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan suara ledakan yang memekakkan indra pendengaran.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

Ada rasa bersalah di hati Rain saat menatap pemuda itu. "Maafin gue ya Chan." Pemuda itu adalah Chandra. Rain langsung membawa Chandra ke rumah sakit setelah meminta bantuan untuk membawa tubuh Chandra ke mobil. Dokter berkata bahwa Chandra terkena hipotermia dan kemungkinan juga ia memiliki trauma terhadap petir. Kondisinya sekarang sudah mulai membaik dibandingkan saat pertama kali Rain membawanya tadi.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
Ethereal

Ethereal

Klik Kemudian ruangan kembali terang dengan lampu yang menyala, Cheline menutup pintu di belakangnya dan berjalan ke arah Tirtan dengan pergerakan sesensual mungkin. Dengan dress merah ketat dan belahan dada rendah yang melekat di tubuhnya membuat setiap pergerakannya terlihat semakin sexy. Cheline, adalah seorang penyanyi dan aktris kelas teri di ibu kota, memiliki paras yang menawan dengan bibir merah tebal, tahi lalat di ujung matanya, matanya yang tajam dan tubuhnya yang membuat setiap pria berlinang saliva.
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Yang terpenting dia tidak tenggelam. “Jadi, mau sampai kapan kita pelukan seperti ini?” Sena mengerucutkan bibinya. Dia menoleh ke kanan, menatap sadar kolam yang sebenarnya tidak terlalu dalam. Tinggi kolamnya saja tidak lebih tinggi dari Sena. “Coba luruskan kakimu.” Perlahan Sena meluruskan kakinya. Dia kaget saat kakinya menyentuh dasar kolam. “Loh? Nggak dalem?”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
EVANESCENT

EVANESCENT

“Aku ngga tahu kalau kamu lebih menderita selama ini. Kamu ngga pernah bilang...” “Please, bisa diem ngga sih! Hiks, aku ngga tahan...” Saat ini pikiran Naras kalut. Tubuhnya mulai mengalami tremor dan ia merasa kepala dan dadanya berdenyut nyeri. Tinggal menunggu waktu saja sebelum bom waktu yang ada di dalam memorinya meledak.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Malam gelap gulita di sertai gerimis kian menemani tangisan seorang Cindi. Gadis itu berusia enam belas tahun duduk di bangku kelas XI madrasah Aliyah. Cindi tinggal di kamar kosan bersama teman-temannya,Waktu itu saat memasuki pintu kamarnya ia menangis sesenggukan sudah tak dapat berkata-kata lagi.Temannya pun bertanya kepada Cindi
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai chasm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status